Tell us about your Twitter experience

Rahasia dibalik tabrakan Setya Novanto

Dilansir dari berita dilapangan
Bahwa kejadian ini dimulai karena setir mobilnya yang bisa belok kanan dan belok kiri
Sehingga menjadikan oleng. Dan menabrak tiang liatrik. 

Memang sudah jadi ketetapan tuhan bahwa hal ini harus terjadi. 
Ini merupakan teguran dari tuhan bagi rakyat indonesia supaya kita
Tetap bisa bersabar. 
Amin

Malaikat maut itu IZRA'IL diciptakan oleh ALLOH dari diri pribadi TIDAK ber LAA ILAAHA ILLALLOOH.

Malaikat maut itu IZRA'IL diciptakan oleh ALLOH dari diri pribadi siapa saja yang bulunya, kulitnya, dagingnya, tulangnya dan sumsum-nya TIDAK ber LAA ILAAHA ILLALLOOH.
---ABAH AOS QS---

Asep Stroberi datang ke Abah Aos

mempunyai rumah makan Astro yang tersebar di berbagai daerah , dan beliau siap berkhidmat kepada Pangersa Abah Aos , dan malam ini akan di adakan Seminar dengan Narasumber H.Asep Haelusna S.Pd 

Serasa ke muka saya yang penuh dosa telunjuk abah berisyarat

Serasa ke muka saya yang penuh dosa telunjuk abah berisyarat , maafkan segala dosaku ya alloh berkah karomah beliau semoga semuanya segalanya selamanya

ATA KRAMA BERADA DI DALAM MASJID

ATA KRAMA BERADA DI DALAM MASJID
Sering kita lihat orang masuk dan keluar dari masjid, terkadang mereka tidur-tiduran, membicarakan keburukan orang atau ghibah, ngomong dengan keras, bercanda, dan lainnya berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan etika seorang muslim.
Sebagai orang muslim, kita harus tahu bagaimana ber-etika/bersikap ketika berada di masjid. Kita semua pasti sudah tahu kalau masjid adalah rumah Allah SWT yang harus dihormati dan dimuliakan, karena masjid adalah tempat untuk berinteraksi antara seorang hamba dengan sang Khaliq.
Melihat fenomena yang terjadi, saya terketuk hati untuk menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim ketika berada di masjid. Adapun etika seorang muslim ketika di masjid adalah :
1. Berada di masjid dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar, seperti buang angin, junub, haidh dan nifas, kecuali jika sekedar lewat (lihat surat An Nisaa’: 43).
2. Memakai wewangian (bagi laki-laki) dan memakai baju yang bagus yang menutup aurat. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman dalam Q.S.Al- A’raaf: 31:
“Wahai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid.”
3. Tidak memakan makanan yang membuat mulut berbau tidak sedap, seperti bawang, jengkol, pete, dsb. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ
“Barang siapa yang memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah dia memisahkan diri dari kami atau memisahkan diri dari masjid kami dan duduk di rumahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Sering-sering pergi ke masjid dan beribadah di dalamnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
"Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyempurnakan wudhu pada saat tidak disukai (seperti keadaan yang sangat dingin), banyak melangkahkan kaki ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Itulah ribath." (HR. Muslim)
5. Berdoa ketika menuju masjid, yaitu dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا
“Ya Allah, berilah cahaya dalam hatiku, cahaya di lisanku, berilah cahaya dalam pendengaranku, berilah cahaya dalam penglihatanku, berilah aku cahaya dari belakangku, dari arah depanku, dan berikanlah cahaya dari atasku, dan arah bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya." (HR. Muslim)
6. Berangkat ke masjid dengan tenang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلَا تُسْرِعُوا فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
"Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang berwibawa dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang tertinggal maka sempurnakanlah." (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Masuk dengan kaki kanan sambil berdoa. Doa masuk masjid adalah:
أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، [بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ][وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ] اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk .Dengan nama Allah dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”
8. Keluar masjid dengan kaki kiri sambil berdoa. Doa keluar masjid adalah:
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
“Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”. (Lihat takhrij sebelumnya, adapun tambahan: Allaahumma’shimni minasy syai-thaanir rajim, adalah riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 129.)
9. Shalat tahiyyatul masjid sebelum duduk. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
"Jika seorang dari kalian masuk ke dalam masjid, maka janganlah dia duduk sebelum shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Niat i’tikaf di masjid
11. Tidak keluar dari masjid setelah azan dikumandangkan sampai shalat ditunaikan kecuali jika uzur atau terpaksa harus keluar.
عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Abu Sya'tsa', ia berkata, "Ketika kami sedang duduk-duduk di masjid bersama Abu Hurairah, dan ketika seorang muazin telah mengumandangkan azan, seseorang berdiri meninggalkan masjid sambil berjalan. Abu Hurairah terus melihatnya hingga laki-laki itu keluar dari masjid. Abu Hurairah lalu berkata, "Orang ini telah durhaka kepada Abul Qasim (Rasulullah) shallallahu 'alaihi wasallam." (HR. Muslim)
12. Mengisi waktu di masjid dengan beribadah, seperti berdzikr, membaca Al Qur’an, berdoa, shalat sunat, dsb. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
"Sesungguhnya ia hanya untuk berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca al-Qur'an.” (HR. Muslim)
13. Tidak lewat di depan orang yang shalat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ
“Kalau orang yang lewat di hadapan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh adalah lebih baik baginya daripada melewati orang yang sedang shalat." (HR. Muslim)

[Dari Suryalaya di Sirnarasa]

[Dari Suryalaya di Sirnarasa]
Kepada yang terhormat,
Para Ikhwan-Akhwat Pengamal Ajaran Kesucian Jiwa TQN PP Suryalaya
di Seluruh Dunia.
Assalamu 'alaikum Wwbrkth.
Dengan ini diberitahukan kepada semua, khusus pada para petugas Manaqib, berdasarkan Arahan dan Petunjuk terbaru dari Pangersa Guru Agung ABAH AOS Ra Qs, untuk penyebutan nama Pangersa Abah saat pembukaan dan berlangsungnya Manaqib, guna penghematan waktu, cukup HANYA dengan menyebut ABAH AOS, tidak perlu dengan penyebutan gelar-gelarnya, dicukupkan seperti menyebut ABAH SEPUH dan ABAH ANOM.
Begitupun dalam pembacaan Khotaman, termasuk pembacaan setelah kalimah 'ni'mal maula wani'man nashir' dicukupkan dengan menyebut ABAH SEPUH, ABAH ANOM, ABAH AOS. Perubahan ini berlaku dalam PENYEBUTAN atau PEMBACAAN saja, sementara dalam TULISAN di buku Amaliyah Mursyid/Uqudul Juman tidak perlu dilakukan perubahan.
Demikian arahan dan petunjuk Guru Agung disampaikan kepada semua agar dilaksanakan bersama.
Salam Khidmah,
Abah Jagat [Pembantu Khusus ABAH AOS]
Catatan contoh:
Dalam Majelis Doa, 1. Untuk seluruh Ahli Silsilah TQN PP Suryalaya wabilkhusus Hadrotusyeikh fi Hadza zaman ABAH AOS Ra Qs, semoga... al-Fatihah.
*) mohon bantuan menyebarluaskan

Transaksi Aneh Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan

Transaksi Aneh Jual-Beli Abu Hanifah dengan Seorang Perempuan

Nu'man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Hanifah suatu hari kedatangan seorang perempuan yang membawa pakaian sutra di tangannya. Perempuan ini berniat menjual kain mewah tersebut kepadanya.
"Berapa harganya," tanya Imam Abu Hanifah.
Cara Mudah Miliki Rumah
"Seratus dirham."
"Tidak. Nilai barang ini lebih dari seratus dirham."
Keruan saja si perempuan heran. Lazimnya pembeli selalu menawar barang dagangan dengan harga lebih murah. Tapi yang dilakukan ulama besar itu aneh.
Perempuan itu pun melipatgandaan harganya menjadi empat ratus dirham.
"Bagaimana bila barang itu lebih mahal lagi?"
"Anda bercanda?" Tanya perempuan tersebut tercengang.
"Datangkanlah seseorang untuk menaksir harganya!"
Ya. Perempuan itu akhirnya menghadirkan seorang laki-laki. Kata si laki-laki, "Pakaian sutra ini seharga lima ratus dirham."
Imam Abu Hanifah lantas membayarnya kontan dengan harga lima ratus dirham.
Ia paham, perempuan tersebut menjual sutra itu karena sedang sangat membutuhkan uang.
Kisah di atas tertuang dalam kitab Mausû’atul Akhlâq waz Zuhdi war Raqâiq (juz i) karya Yasir ‘Abdur Rahman dalam sub-bab ar-Rahmah bil Muhtâjîn (berkasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan).
Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah adalah di luar logika umum tentang untung-rugi dalam sudut pandang materi.
Beliau memberi contoh bahwa membeli sesuatu tak harus selalu berpikir bahwa kita mesti mendapat barang sebagus-bagusnya dengan harga semurah-murahnya.
Apalagi bila si pembeli tahu, penjual barang adalah orang yang membutuhkan pertolongan. Artinya, membeli juga bisa berarti membantu.
Teladan ini barangkali relevan dengan keadaan kita sekarang, di tengah gemarnya orang berbelanja di minimarket milik segelintir pemodal besar, ketimbang warung tetangga yang menjadi sumber nafkah dan pendidikan anak-anaknya.
Atau bersikerasnya orang menawar harga sayuran di pedagang kecil yang bernilai ribuan namun di kesempatan lain menghabiskan ratusan ribu di restoran tanpa tawar-menawar atau merasa dirugikan.

Abah Aos dan Gubernur Jawa Barat KH Ahmad Heryawan

Abah Aos dan KH Ahmad Heryawan
Derajat paling tinggi setelah Nabi Dan Rasul ialah #Ulama_WarosatulAnbiya. Yg Amaliyahnya sdh istiqomah.
Lepaskan semua atributmu ( Pangkat,harta,jabatan) dihadapan pewaris Nabi
Semoga kita dijadikan #MuridJadi_BukanHanyaJadiMurid.

Aisyah binti H Moh Tohir Kosasih

Assalamuallaikum wr wb. innalillahi wainna illaihi rojiun. telah berpulang kerumatullah ibunda kami Hj. Siti Aisyah binti H Moh Tohir Kosasih
Semoga dengan Karomah Barokah dan Istiqomah PANGERSA ABAH Ibu Hj Siti Aisah di muliakan dan segera di sampaikan kepada Alloh SWT , selamat jalan Ibunda kami senang di sini senang di sana..Alfathihah..


Peluang Usaha Pulsa Elektrik Reseller Dan Distributor

Pulsa elektrik adalah salah satu contoh peluang usaha kecil karena bisa dijalankan oleh orang dengan modal minim. Hanya mengandalkan modal 100.000 bisa untuk berjualan pulsa elektrik dengan cara keliling alias tidak memiliki konter. Walaupun keuntungan yang diperoleh cuma 1000+ dengan berbagai resiko, tetapi cukup untuk melatih dalam usaha.




Penjualan pulsa elektrik pun bisa kelas eceran alias

Cara Pasang Iklan Di Google

Pembahasan cara pasang iklan di google skala usaha kecil ini bukan menjelaskan hal teknis yang berurusan dengan website Google. Kalau masalah cara yang bersifat teknik, sepertinya butuh pembahasan panjang yang disertai gambar-gambar. Tragisnya, malah pembaca tidak paham apa yang sudah dijelaskan. Di sini hanya menjelaskan teknik dan strategi yang mana tidak ada kaitannya dengan cara isi saldo,

Popular Posts